Kolektor dan pelaku numismatik, Bambang Suroso, di kediamannya di kawasan Jalan Klayatan Gang 2, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Di tengah masifnya adopsi transaksi digital dan pembayaran nontunai yang kian menggeser kebiasaan masyarakat modern, eksistensi uang fisik masa lalu tetap memiliki tempat tersendiri. Lembaran rupiah dari masa lalu tersebut masih dirawat dan dikoleksi oleh para kolektor serta pegiat numismatik di Tanah Air.

Salah satu sosok perawat memori kolektif bangsa itu adalah Bambang Suroso, seorang pensiunan guru sekolah dasar asal Kota Malang, Jawa Timur, yang mendedikasikan lebih dari tiga dekade hidupnya di dunia numismatik. Sejak pertengahan era 1990-an, ia bergerak konsisten membagi waktu antara mendidik murid-muridnya dan menyusuri lorong-lorong pasar loak demi merawat warisan sejarah berupa uang kuno.

“Saya kan guru SD, nggih. Jadi pagi ngajar, sorenya di Pasar Loak Juanda,” kenang Bambang di kawasan Jalan Klayatan Gang 2, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *