SuaraBanyuurip.com – Volume kendaraan di ruas jalan wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus meningkat setiap tahunnya. Selain menyebabkan kemacetan dan berpotensi mempercepat kerusakan jalan, juga menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Bojonegoro.

Berdasarkan kajian yang pernah dilakukan Dinas Perhubungan Bojonegoro,  tingkat rasio arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan perkotaan mencapai 0,9 lebih dengan kecepatan 20 kilometer per jam dan rata-rata satu meter.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah (Setda) Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur Prasetijo menjelaskan penyebab meningkatnya volume kendaraan di wilayah Bojonegoro, karena sekarang ini Kabupaten Bojonegoro menjadi daerah penghubung antara jalan pantai utara (pantura) dan jalan tol Surabaya – Ngawi-Jakarta. Sehingga semakin banyak kendaraan besar yang melintasi Bojonegoro.

“Jalan tengah yang bisa menghubungkan antara dua jalur itu ternyata adalah Bojonegoro,” kata Kusnandaka saat menghadiri menghadiri Wisuda Sarja ke 24 Prodi Akuntasi dan Manajemen STIE Cendekia di Hotel Aston dikutip Minggu (1/11/2026).

Semakin meningkatnya volume kendaraan tersebut telah mengakibatkan kepadataan arus lalu-lintas dan kemacetan di sejumlah ruas jalan wilayah perkotaan Bojonegoro. Terutama traffic light.

“Selama ini kita tidak pernah merasakan macetnya Bojonegoro. Kendaraan-kendaraan besar jarang yang lewat Bojonegoro. Tapi kalau sekarang panjenengan persani, hampir semua kendaraaan besar melewati Bojonegoro,” jelas Kusnandaka.

Menurut dia, dipilihnya Bojonegoro sebagai jalur pintas kendaraan besar untuk menghemat biaya. Sebab jika kendaraan tersebut melewati jalan tol mulai dari Surabaya akan menelan biaya tinggi.

“Biaya operasional mereka akan lebih hemat bila melewati Bojonegoro menuju jalan tol Ngawi,” ucapnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *