
Longsor di jalur KA Km 14+6/7 antara Ledokombo-Sempolan, Jember, mengganggu perjalanan kereta dari Stasiun Ketapang.
KA Tawangalun, Logawa, dan Sri Tanjung menuju Malang, Surabaya, Purwokerto, serta Lempuyangan mengalami keterlambatan 48 hingga 258 menit.
KAI memprioritaskan penanganan longsor dan pengamanan jalur demi keselamatan, sambil berkoordinasi dengan Daop 9 Jember untuk mengatur perjalanan.
Surabaya, IDN Times – Longsoran tanah di jalur kereta api wilayah Kabupaten Jember mengganggu perjalanan tiga kereta api (KA) keberangkatan Stasiun Ketapang, Banyuwangi, menuju sejumlah kota di Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya. Akibat gangguan tersebut, perjalanan KA Tawangalun, KA Logawa, dan KA Sri Tanjung mengalami keterlambatan hingga 258 menit atau lebih dari empat jam.
Longsoran terjadi di Km 14+6/7 petak jalan Ledokombo-Sempolan, wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Kondisi ini membuat jalur yang dilintasi kereta harus ditangani dan diamankan terlebih dahulu demi memastikan keselamatan perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono membenarkan adanya gangguan perjalanan tersebut. Tiga kereta yang terdampak merupakan KA keberangkatan Ketapang yang melayani rute menuju Malang, Surabaya, hingga Purwokerto dan Lempuyangan.
Ketiga kereta tersebut yakni KA Tawangalun relasi Ketapang-Malang, KA Logawa relasi Ketapang-Surabaya Gubeng-Purwokerto, serta KA Sri Tanjung relasi Ketapang-Surabaya-Lempuyangan. Keterlambatan perjalanan masing-masing kereta berkisar 48 menit hingga 258 menit.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Tawangalun, KA Logawa, dan KA Sri Tanjung akibat longsoran tanah di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember,” ujar Mahendro.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber