SUMENEP, KOMPAS.com – Kekayaan seni dan budaya tradisional Indonesia kembali menunjukkan daya pikatnya di kancah nasional. Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyimpan sebuah warisan budaya takbenda yang kian mendunia, yakni musik tongtong.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata modern tidak bisa dilepaskan dari kekuatan seni budaya lokal sebagai daya tarik utama wisatawan. Salah satu warisan nenek moyang yang telah mengakar kuat selama bertahun-tahun dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) sejak 2021 adalah Musik Tongtong.

“Jadi memang kalau berbicara pariwisata itu kan atraksi itu bukan hanya sekadar destinasi. Tapi atraksi itu juga salah satunya adalah seni budaya. Wisatawan itu tidak hanya sekadar mau berdestinasi, tapi mereka ingin melihat bagaimana budayanya, bagaimana seninya,” ujar Achmad Fauzi dalam program Nusa Raya Kompas.com, Senin (2/11/2026).

Secara historis, akar musik tongtong bermula dari tradisi ronda malam atau instrumen kentongan yang lazim digunakan masyarakat untuk membangunkan warga saat sahur di bulan Ramadhan. Namun, seiring berjalannya waktu, kesenian ini mengalami metamorfosis yang luar biasa berkat kreativitas dan inovasi para seniman lokal.

Kini, pertunjukan musik tongtong tidak lagi sekadar ditabuh secara sederhana. Penampilannya dikemas secara megah menggunakan kereta dorong berdekorasi menyerupai balai megah yang dilengkapi tata lampu warna-warni nan semarak saat malam hari.

“Dalam perjalanannya, musik tongtong ini kan semakin inovatif dan kreatif. Bukan hanya sekadar musik Tongtong yang ditabuh untuk mengundang musik sahur, tetapi ada kreativitasnya. Model kereta didorong, terus ada dekornya yang ada lampunya. Pada saat ditampilkan malam hari, itu warna-warni dan menarik,” jelas Fauzi.

Berkat konsistensi pelestariannya serta dampak ekonomi yang masif terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), musik tongtong Sumenep berhasil menembus kurasi nasional dan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *