
Gresik (beritajatim.com)- Perolehan kursi PKB di Kabupaten Gresik pada Pemilu 2029 ditargetkan melonjak menjadi 16 kursi. Namun, ambisi politik tersebut tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan elektoral. Kepengurusan baru dituntut memperluas basis massa sekaligus membuktikan kehadiran partai di tengah persoalan masyarakat.
Target besar itu menjadi pekerjaan rumah DPC PKB Gresik setelah pengukuhan pengurus DPC dan DPAC. Lima tahun ke depan menjadi periode pembuktian bagi jajaran baru untuk mengubah kekuatan organisasi menjadi tambahan kursi legislatif.
Ketua DPC PKB Gresik M. Syahrul Munir menyebut, pengukuhan bukan sekadar pergantian atau penetapan struktur kepengurusan. Agenda tersebut menjadi awal pelaksanaan sejumlah program yang telah dirumuskan melalui Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).
Sebelumnya, para pengurus mengikuti orientasi politik yang diberikan Lembaga Kaderisasi DPW PKB Jawa Timur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Muskercab untuk merumuskan arah kebijakan dan agenda strategis partai.
“Seluruh pengurus DPC dan DPAC harus segera bergerak menjalankan program yang sudah disiapkan. Sejumlah agenda unggulan telah dirumuskan dan menjadi tanggung jawab kepengurusan baru untuk merealisasikannya,” ujar Syahrul, Senin (2/11/2026).
Dia menambahkan, pembahasan Muskercab juga mencakup strategi menghadapi perebutan kursi legislatif hingga kontestasi eksekutif. Hasil forum tersebut akan menjadi pedoman kerja organisasi dalam memperkuat posisi PKB di Gresik.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq memberikan penekanan berbeda. Menurutnya, target 16 kursi tidak boleh berhenti sebagai ambisi di atas kertas. Angka tersebut harus menjadi ukuran keberhasilan sekaligus bahan evaluasi kepengurusan selama lima tahun.
“DPW PKB Jawa Timur menargetkan PKB Gresik mampu memperoleh 16 kursi. Target ini harus menjadi acuan dalam menyusun program kerja. Kinerja kepengurusan nantinya juga akan dievaluasi dan dilaporkan kepada DPW,” ungkapnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber