jatimnow.com – Longsor susulan di jalur kereta api antara Stasiun Kalibaru dan Stasiun Mrawan, wilayah Kabupaten Banyuwangi, berdampak pada keterlambatan tiga perjalanan kereta api yang melintasi Daop 7 Madiun, Senin (2/11/2026). Keterlambatan terlama dialami KA Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan yang mencapai 334 menit.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan longsoran terjadi di Km 32+2 petak jalan Kalibaru-Mrawan, wilayah operasional Daop 9 Jember. Laporan pertama diterima dari masinis KA Sritanjung pada pukul 11.05 WIB.

Petugas prasarana kemudian melakukan pembersihan material longsor dan perbaikan darurat. Penanganan selesai pada pukul 14.10 WIB, sehingga jalur kembali dapat dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam.

Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali Operasional Perjalanan KA (Pusdalopka) Daop 7 Madiun pada pukul 15.17 WIB, tiga perjalanan kereta api yang terdampak adalah:

KA Logawa relasi Ketapanga-Purwokerto mengalami keterlambatan 208 menit saat tiba di Stasiun Bangil pukul 14.31 WIB. Kereta ini diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pukul 18.35 WIB.

KA Sritanjung relasi Ketapang-Lempuyangan mengalami keterlambatan 334 menit saat melintas di Stasiun Arjasa pukul 15.05 WIB. Kereta ini diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pukul 22.33 WIB.

Sementara itu, KA Wijayakusuma relasi Ketapang-Cilacap mengalami keterlambatan 121 menit. Kereta tersebut menjadi yang pertama melintas setelah jalur dinyatakan aman, dengan keberangkatan dari Stasiun Kalibaru pada pukul 14.12 WIB.

Tohari menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan perjalanan tersebut. Meski jalur sudah dapat dilalui, KAI tetap memberlakukan pembatasan kecepatan dan melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keselamatan perjalanan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *