:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/SIAGA-Suasana-apel-Kesiapsiagaan-Tanggap-Darurat.jpg)
Sebanyak 500 personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga pohon tumbang.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana 2026 yang digelar di area Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (4/11/2026) pukul 09.00 WIB.
Apel melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Tagana, relawan, hingga elemen masyarakat lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh personel dan sarana pendukung siap bergerak ketika terjadi bencana.
Kapolres Kediri AKBP Muh Wahyudin Latif mengatakan, apel kesiapsiagaan tersebut tidak hanya bertujuan mengecek kekuatan personel, tetapi juga memastikan kesiapan peralatan serta kemampuan petugas dalam menghadapi situasi darurat.
“Apel ini dimaksudkan untuk menyiapkan personel, sarana-prasarana, maupun kemampuan anggota. Setelah ini akan dilanjutkan dengan kegiatan simulasi untuk menghadapi segala bentuk bencana, terutama menjelang musim penghujan,” katanya usai apel.
Menurutnya, terdapat sejumlah potensi bencana yang perlu diantisipasi di wilayah Kabupaten Kediri. Di antaranya angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor yang berpotensi terjadi akibat meningkatnya intensitas hujan.
Karena itu, seluruh personel diminta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Termasuk cara mengambil tindakan di lokasi bencana, menentukan prioritas evakuasi, hingga mengetahui titik-titik kumpul yang telah disiapkan.
“Petugas harus benar-benar memahami bagaimana bertindak, siapa yang dievakuasi terlebih dahulu, serta di mana lokasi titik kumpulnya. Jangan sampai ketika terjadi bencana justru kebingungan di lapangan,” jelasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber