Taufiq menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 9 November 2026. Cuaca buruk yang diperkirakan melanda daerah tersebut mencakup hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es. Beberapa wilayah yang akan terdampak antara lain Kabupaten Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Pacitan, Nganjuk, Ponorogo, serta kota dan kabupaten lainnya seperti Malang, Blitar, dan Mojokerto.

Menurut Taufiq Hermawan, cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan pola pertemuan angin yang terjadi di area tersebut. Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan lebat, petir, dan angin kencang.

BMKG juga menginformasikan bahwa berdasarkan analisis cuaca, angin dominan bergerak dari arah tenggara menuju selatan dengan kecepatan hingga 25 knot. Pengamatan udara menunjukkan wilayah tersebut dalam kondisi labil dengan konvektifitas sedang, meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif.

TERAS.id
Indepth
SERIAL LIPUTAN
DATA SULUT
PANTAU IKLIM
KEAMANAN DIGITAL
ORANG SULUT
INFO KAPAL
Zonadata
Zonapedia
Sulutpedia

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *