:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/IJEN-GEOPARK-2.jpg)
SURYA.CO.ID BONDOWOSO – Pengembangan Ijen UNESCO Global Geopark (UGG) di Kabupaten Bondowoso dinilai belum memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso pun didesak memperluas kolaborasi lintas sektor agar keberadaan status geopark internasional tersebut memberikan manfaat nyata bagi warga.
Pengamat Kebijakan Publik FISIP Universitas Jember (Unej) sekaligus Ketua Pusat Pemberdayaan Masyarakat LP2M Unej, Hermanto Rohman, S.Sos., MPA, menilai penguatan Ijen Geopark selama dua tahun masa pemerintahan Kabupaten Bondowoso masih belum optimal.
Menurutnya, pengelolaan geopark sejauh ini masih cenderung berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif dan pengakuan formal. Padahal, keberadaan status internasional tersebut seharusnya mampu menciptakan public value atau nilai manfaat bagi masyarakat.
“Geopark bukan sekadar sertifikat atau penegasan status, melainkan tentang manfaat nyata bagi warga. Pemkab Bondowoso harus merumuskan ulang konsep kolaborasinya agar Ijen Geopark tidak hanya menjadi pajangan,” ujar Hermanto dikonfirmasi pada Rabu (28/10/2026).
Hermanto menegaskan, Pemkab Bondowoso perlu menyusun arah kebijakan yang lebih konkret agar pengembangan Ijen Geopark tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
Hermanto menjelaskan, pengelolaan Ijen Geopark tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu daerah. Dibutuhkan orkestrasi lintas pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mengoptimalkan potensi kawasan tersebut.
Ia mendorong Pemkab Bondowoso memelopori kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat (NGO), pelaku usaha perkebunan dan kehutanan, hingga pemerintah daerah tetangga seperti Jember dan Situbondo.
Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui konsep pengembangan kawasan terpadu atau Integrated Area Development.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber