
SURABAYA I KEMPALAN— Peta persaingan juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 mulai berbelok dari prediksi. Kabupaten Gresik tampil sebagai kekuatan paling mengejutkan dengan merebut posisi teratas klasemen sementara, sekaligus melangkahi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo yang sebelumnya diperhitungkan sebagai kandidat kuat juara umum. Di tengah kejutan itu, Kabupaten Bangkalan juga mencuri perhatian dengan menembus tiga besar.
Memasuki hari keempat, Gresik mengoleksi 41 medali, terdiri atas 17 emas, 12 perak, dan 12 perunggu. Perolehan tersebut bukan sekadar angka di papan klasemen, melainkan sinyal bahwa peta kekuatan olahraga pelajar Jawa Timur semakin kompetitif. Dominasi daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan papan atas mulai mendapat tantangan serius.
Menariknya, Gresik semula hanya membidik posisi tiga besar. Bahkan, sebelum kontingen diberangkatkan, pemerintah daerah telah menyiapkan bonus Rp10 juta untuk setiap medali emas. Target yang awalnya sebatas memperbaiki posisi dan mempertahankan tradisi prestasi itu kini justru berkembang menjadi peluang untuk memburu mahkota juara umum.
Kota Surabaya sementara harus puas di urutan kedua dengan 39 medali, terdiri atas 11 emas, 11 perak, dan 17 perunggu. Sebagai salah satu kekuatan tradisional olahraga pelajar Jawa Timur, Surabaya masih memiliki peluang membalikkan keadaan. Namun, tertinggal enam emas dari Gresik membuat kontingen Kota Pahlawan harus bekerja lebih keras.
Kejutan lain datang dari Bangkalan. Dengan 21 medali, terdiri atas 11 emas, enam perak, dan empat perunggu, kabupaten tersebut berhasil menduduki peringkat ketiga. Sebaliknya, Sidoarjo justru tergelincir ke posisi keempat meski mengumpulkan 33 medali, dengan komposisi tujuh emas, 15 perak, dan 11 perunggu.
Kondisi itu menegaskan satu prinsip penting dalam olahraga multi-event: jumlah medali keseluruhan tidak otomatis menentukan posisi klasemen. Produktivitas emas tetap menjadi pembeda utama. Sidoarjo, misalnya, unggul 12 medali secara keseluruhan atas Bangkalan, tetapi tertinggal empat emas sehingga harus berada satu tingkat di bawahnya.
Bagi Sidoarjo, posisi keempat menjadi alarm bagi ambisi besar yang telah dicanangkan. Daerah yang memiliki tradisi pembinaan olahraga pelajar cukup kuat tersebut belum sepenuhnya mampu menerjemahkan potensi atlet menjadi dominasi di podium tertinggi.
Cabang akuatik menjadi salah satu gambaran menarik. Bertanding di Kolam Renang Dispora Jawa Timur, kontingen Sidoarjo berhasil memenuhi target minimal empat medali emas, disertai 11 perak dan lima perunggu. Namun, capaian tersebut belum cukup untuk mengimbangi Bangkalan yang tampil sebagai juara umum cabang renang dengan sembilan emas.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber