RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur dalam Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 71/11/35/Th. XXIV, 2 November 2026, Kabupaten Bojonegoro menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur.

Produksi padi Bojonegoro pada 2026 diperkirakan mencapai 868.808 ton gabah kering giling (GKG). Melampaui Kabupaten Lamongan yang mencapai 852.192 ton dan Ngawi sekitar 768.307 ton. Angka tersebut termasuk perkiraan panen Oktober-Desember 2026.

Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Bojonegoro mencatat luas panen padi sebesar 159,19 ribu hektare. Terluas di Jawa Timur. Dari 100 ton gabah di Jawa Timur, sekitar 8 ton berasal dari Bojonegoro.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani membenarkan, capaian yang menjadi sejarah baru bagi Bojonegoro tersebut. Meskipun angka yang dirilis masih bersifat sementara.

Menurut Zaenal sapaannya, sederet upaya dilakukan atas keberhasilan tersebut. Mulai dari penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 136.256,94 ton; Pemberian bantuan pupuk NPK tembakau  sebanyak 526,925 ton; Pemberian bantuan benih padi sebanyak 609,5 ton; Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) 27.528 meter; dan pembangunan 1.380 meter saluran irigasi.

Kemudian, lanjutnya, pemberian Asuransi Usaha Tani 17.000 hektare; Pembangunan irigasi perpompaan  44 titik; Pembangunan 92 titik sumur bor; Listrik masuk persawahan dengan konversi BBM ke listrik 4 titik; Penyaluran  bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) 172 unit; serta sekolah lapang yang telah dilaksanakan sebanyak 167 kali pertemuan.

Teriknya matahari mulai mereda. Terganti dengan mendung dan hujan yang turun beberapa hari terakhir. Meski hujan merupakan salah satu tantangan yang bisa mengakibatkan tanaman tembakau mati karena kelebihan air.

Kemarau panjang tahun ini mengancam produksi padi di Bojonegoro. Sekitar 20 ribu hektare lahan sawah belum ditanami karena keterbatasan air. Kondisi tersebut diperkirakan menekan produksi padi hingga 50 ribu ton.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *