/data/photo/2026/11/05/6aebca0f8cde3.jpg)
BANYUWANGI, KOMPAS.com – Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berkurang 2.830 anak dalam dua tahun. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah ATS turun dari 4.186 anak pada 2023 menjadi 1.356 anak pada 2025.
Penurunan tersebut menjadi salah satu capaian yang dipaparkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026, Rabu (4/11/2026).
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, memaparkan langsung sejumlah inovasi unggulan daerah di hadapan tim penilai secara daring. Salah satunya program Rindu Bulan yang berfokus pada penuntasan wajib belajar 12 tahun.
“Melalui program Rindu Bulan, kami melibatkan pemerintah desa untuk memastikan anak-anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan. Pemerintah desa menjadi garda terdepan dalam mendata anak tidak sekolah, mengupayakan mereka kembali ke bangku sekolah, serta memberikan pendampingan,” kata Mujiono.
Pelaksanaannya dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pendataan berkala anak tidak sekolah, pengembalian anak ke bangku sekolah, serta pendampingan psikososial.
Upaya tersebut juga diikuti peningkatan jumlah desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun. Dalam kurun waktu dua tahun, jumlahnya bertambah dari hanya tiga desa menjadi 74 desa.
“Capaian lainnya, jumlah desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun meningkat pesat, dari semula hanya tiga desa menjadi 74 desa dalam kurun waktu dua tahun,” ungkap Mujiono.
Selain sektor pendidikan, Banyuwangi juga mengandalkan inovasi di bidang ketenagakerjaan melalui Goker Wangi atau Golek Kerjo Banyuwangi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber