
Banyuwangi, blok-a.com – Antisipasi terjadinya lonjakan kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027, pemerintah menyiapkan tiga pelabuhan alternatif. Upaya ini dilakukan agar arus kendaraan tidak seluruhnya menumpuk di lintasan utama Ketapang-Gilimanuk.
Pembahasan skema tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Kepala KSOP Kelas III Tanjungwangi, Rabu (04/11/2026).
Rapat dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan pusat hingga Balai, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemprov Jatim dan Bali, pemerintah kabupaten, PT Pelindo, hingga PT ASDP Indonesia Ferry.
Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja, menyebut rapat tersebut fokus membahas alternatif layanan pelabuhan selama Nataru.
“Rapat ini membahas alternatif layanan pelabuhan di masa Natal dan Tahun Baru,” kata Komang usai rapat.
Hasil survei menetapkan tiga pelabuhan yang disiagakan, yaitu Pelabuhan Jangkar di Situbondo dan Pelabuhan Tanjungwangi di Banyuwangi untuk sisi Jawa, serta Pelabuhan Celukan Bawang di Buleleng, Bali, untuk sisi Bali.
“Jadi pelabuhan di sisi Jawa disiapkan Pelabuhan Jangkar dan Pelabuhan Tanjungwangi. Sementara di sisi Bali disiapkan Pelabuhan Celukan Bawang, yang masing-masing diproyeksikan mengangkut hingga 500 kendaraan,” jelasnya.
Untuk melayani jalur alternatif itu, disiapkan 13 kapal penyeberangan, yakni delapan kapal melalui Pelabuhan Jangkar dan lima kapal melalui Pelabuhan Tanjungwangi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber