SURYA.co.id, JEMBER – Tembakau pernah menjadi komoditas yang identik dengan kemakmuran petani Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Namun, perubahan iklim, kemarau panjang, hingga penyusutan lahan membuat kejayaan daun emas tersebut mulai menghadapi tantangan.

Begitulah sindiran Jumantoro, tokoh petani asal Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, saat menggambarkan kondisi pertanian tembakau saat ini.

Meski menghadapi berbagai persoalan, tembakau tetap menjadi komoditas yang sulit ditinggalkan petani di Jember.

Selain memiliki nilai ekonomi, tanaman ini sudah melekat sebagai budaya pertanian masyarakat setempat.

Bahkan, muncul ungkapan dalam bahasa Madura, “Tak lakek mon tak namen bekoh”, yang berarti belum menjadi lelaki jika tidak menanam tembakau.

Ungkapan tersebut menggambarkan kuatnya identitas tembakau dalam kehidupan masyarakat Desa Candijati.

Dalam satu tahun, pola tanam petani umumnya berupa padi-padi-tembakau atau padi-jagung-tembakau.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *