jatimnow.com – Seorang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Tulungagung dipulangkan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), usai diketahui hendak berangkat ke Rusia menjadi tentara bayaran. Korban berinisial SA (36) initergiur dengan gaji Rp40 juta per bulan yang ditawarkan oleh seorang agensi. Saat ini korban telah berkumpul bersama keluarganya di rumah.

“SA ini diminta untuk mengurus dokumen sebagai turis dengan tujuan Turki. Sepertinya ini untuk mengelabuhi petugas agar tidak curiga,” tuturnya.

Setelah membatalkan keberangkatannya ke Turki, SA kemudian meminta perlindungan ke petugas KP2MI. Mendapatkan laporan tersebut akhirnya SA dipulangkan ke Tulungagung.

“Petugas kami sudah bertemu dengan SA di Kedungwaru. Untuk kondisinya baik-baik saja,” terangnya.

“Silahkan kalau mau bekerja di luar negeri tapi harap diperhatikan legalitasnya dan jenis pekerjaannya,” pungkasnya.

Selain dugaan pelecehan verbal, beredar pula rekaman video yang memperlihatkan sejumlah siswi diminta membuka jilbab di hadapan guru laki-laki.

Kebakaran hutan, sebuah krisis ekologis nyata yang mengancam keselamatan warga dilempar ke pinggir panggung

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *