Surabaya (beritajatim.com) – Setelah sekitar tiga bulan mengalami kekeringan, warga di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, TemanBaik menyalurkan bantuan sebanyak 32.000 liter air bersih untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan minum, memasak, hingga mencuci.

Kekeringan akibat musim kemarau panjang tahun 2026 dilaporkan telah meluas di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, kondisi kekeringan ekstrem telah berdampak pada 88 desa yang tersebar di 21 kecamatan.

Bantuan air bersih dari TemanBaik didistribusikan ke empat titik, yakni Desa Penganten, Kecamatan Balen, serta Desa Sumur Agung dan dua titik lainnya di Desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberrejo.

Perwakilan Tim Program TemanBaik, Ihsan, yang terlibat langsung dalam proses distribusi, mengatakan bahwa kebutuhan air bersih warga sudah sangat mendesak. Selama berbulan-bulan, masyarakat harus menghemat persediaan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Kami melihat langsung bagaimana warga menunggu bantuan air. Begitu mobil tangki datang, mereka segera membawa jerigen dan ember untuk menampung air. Bagi mereka, air bersih saat ini benar-benar menjadi kebutuhan yang paling mendesak,” ungkap Ihsan.

Kondisi tersebut juga dirasakan warga Desa Penganten. Ketua RT 2 RW 1 Desa Penganten, Kakung, menyampaikan bahwa kekeringan yang berlangsung selama tiga bulan membuat masyarakat sangat terbantu dengan adanya distribusi air bersih.

“Terima kasih kepada TemanBaik yang sudah memberikan bantuan air bersih kepada warga kami. Kekeringan di sini sudah sangat parah dan berlangsung selama tiga bulan. Semoga bantuan ini menjadi keberkahan bagi semua pihak yang telah peduli kepada warga kami,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *