
Makassar (beritajatim.com) – Bank UMKM Jatim membawa produk wastra dari Tuban, Kediri, dan Tulungagung untuk diperkenalkan kepada pelaku usaha serta masyarakat Sulawesi Selatan melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (4/11/2026). Keikutsertaan tiga sentra kerajinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar produk kriya lokal Jawa Timur ke Kawasan Timur Indonesia.
Produk yang diperkenalkan meliputi batik tulis, tenun gedog, hingga tenun ikat. Masing-masing memiliki karakteristik dan teknik produksi khas yang menjadi nilai pembeda sekaligus daya tarik bagi pasar di luar Jawa Timur.
Direktur Utama PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, mengatakan keikutsertaan para perajin dalam kegiatan tersebut bertujuan memperluas penetrasi pasar sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Jawa Timur kepada konsumen di luar daerah.
“Kami sengaja membawa karya terbaik perajin wastra Jatim ke Sulawesi Selatan untuk memperluas pasar dan memperkenalkan langsung ragam kekayaan kriya kita. Mulai dari tenun gedog Tuban, tenun ikat Kediri, hingga batik Tulungagung, produk-produk ini memiliki standar kualitas tinggi dan siap bersaing di pasar nasional,” ujar Irwan.
Dari Kabupaten Tuban, produk yang diperkenalkan berasal dari Rumah Batik Yulistiana milik Yulistiana. Perajin ini membawa batik tulis dan tenun gedog yang memiliki proses produksi khas, terutama penggunaan teknik tradisional dalam pembuatan kain.
Tenun gedog dibuat secara manual sejak tahap pemintalan kapas lokal menjadi benang. Benang tersebut kemudian ditenun menggunakan alat tradisional yang menghasilkan bunyi khas “dog dog dog”. Setelah menjadi kain, proses dilanjutkan dengan pengerjaan motif batik tulis. Rangkaian pengerjaan tersebut menghasilkan kain dengan tekstur tebal dan serat alami.
Sementara itu, produk dari Kota Kediri diwakili Tenun Ikat Medali Mas milik Siti Ruqoyah. Usaha ini memiliki kapasitas produksi sekitar 250 potong per bulan dan telah memperoleh fasilitas pembiayaan produktif melalui skema Prokesra Bank UMKM Jatim dengan plafon Rp50 juta.
Proses pembuatan tenun ikat Kediri mengandalkan teknik pengikatan benang sebelum pewarnaan celup. Ketelitian dalam tahapan tersebut diperlukan untuk menghasilkan motif geometris dan pola klasik yang presisi ketika benang ditenun menjadi kain maupun sarung.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber