Jenazah DH dan putranya, AGEF, dimakamkan berdampingan di TPU Kampung Cijulang, Bogor, Kamis pagi, setelah tiba dari Madiun dan disemayamkan bersama doa warga.

Polisi menyebut Dwi Bagus Martono mencekik DH hingga tewas di hotel Madiun usai pertengkaran, lalu membunuh AGEF karena takut aksinya terungkap.

Tersangka diduga memutilasi, membakar, menggiling, dan membuang jasad korban; identitas dipastikan lewat DNA, sementara ia dijerat pasal berancaman hukuman mati.

Bogor, IDN Times – Jenazah ibu dan anak korban mutilasi di Madiun, Jawa timur berinisial DH (30) dan anak balitanya, AGEF (4), dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kampung Cijulang, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis (5/11/2026).

Ibu dan anak yang menjadi korban pembunuhan dan mutilasi sadis di Madiun, Jawa Timur, tersebut akhirnya diistirahatkan di tanah kelahiran setelah diserahkan oleh kepolisian.

Isak tangis keluarga pecah mengiringi pemakaman dari rumah hingga ke tempat peristirahatan terakhir. Suasana haru dan sedih tampak dari wajah keluarga yang terus menerus meneteslan air mata.

“Alhamdulillah malam ini, dini hari tadi, jenazahnya sudah tiba dalam peti putih sekitar pukul 03.00 WIB. Keluarga pesannya dimakamkan di pemakaman umum Kampung Cijulang karena di sana ada makam bapaknya,” ujar Kepala Desa Sukakarya, Hasan Sukandi, Kamis (5/11/2026).

Dua jenazah yang dikemas dalam peti berwarna putih diserahkan oleh pihak kepolisian kepada pihak keluarga pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *