Tidak selalu dibutuhkan tempat usaha besar untuk melahirkan produk yang dikenal banyak orang. 

Dari dapur sederhana di Desa Parsanga, Kabupaten Sumenep, Madura sebuah camilan tradisional bernama “Kepeng Sultan” perlahan tumbuh dan menjangkau pasar di luar daerah.

Di balik produk tersebut, ada ketekunan Evi Suciyanti yang sejak 2010 memilih mengembangkan usaha rumahan melalui Dapur Mama Suci (DMS).

Bermula dari melihat kepeng sebagai camilan yang banyak digemari masyarakat sekitar, Evi sapaan akrabnya mencoba mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Usaha ini awalnya lahir dari ide sederhana, melihat kepeng menjadi camilan yang cukup disukai masyarakat,”  tutur Evi, Jumat (6/11/2026).

Usaha yang dirintis sejak 28 Maret 2010 itu saat ini tidak lagi hanya dikenal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kepeng Sultan mulai diminati konsumen dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Surabaya, hingga sejumlah kabupaten di Madura.

Menurutnya, perkembangan usaha tersebut tidak lepas dari upaya menjaga kualitas produk. Baginya, rasa dan bahan baku menjadi faktor utama agar pelanggan tetap percaya terhadap produk lokal yang dibuatnya.

“Agar mampu bersaing dengan camilan lainnya, saya terus mempertahankan kualitas bahan baku dan cita rasa produk,” ucapnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *