:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/NANAS-KEDIRI-Suasana-ekspor-nanas-simplex-Kediri-pada-akhir-tahun-2025-lalu.jpg)
TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Potensi pertanian Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tidak hanya terletak pada besarnya hasil panen. Lebih dari itu, komoditas unggulan di daerah ini menyimpan peluang untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu komoditas yang memiliki potensi tersebut adalah nanas Queen Simplek dari Kecamatan Ngancar. Berada di kawasan lereng Gunung Kelud, Ngancar dikenal sebagai salah satu sentra produksi nanas di Jawa Timur.
Selama ini, nanas dari kawasan tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat. Hasil panennya dipasarkan ke berbagai daerah, mulai dari pasar tradisional di Jawa hingga Bali.
Namun, potensi tersebut tidak berhenti pada pasar domestik. Nanas Queen Simplek Ngancar juga mulai diarahkan untuk menembus pasar internasional, termasuk Arab Saudi.
Peluang ekspor itu membuka harapan baru bagi petani untuk memperoleh nilai jual lebih tinggi. Meski demikian, perjalanan menuju pasar internasional masih membutuhkan sejumlah pembenahan, mulai dari produktivitas lahan, kualitas buah, efisiensi biaya produksi, hingga dukungan teknologi pertanian.
Ketua Umum Koperasi Pertanian (Koperta) dan Gapoktan Langgeng Mulyo Ngancar, Kabupaten Kediri, Achmat Basuki, mengatakan aktivitas budidaya nanas di wilayahnya berlangsung hampir sepanjang tahun.
Berbeda dengan komoditas pertanian yang memiliki periode panen raya, produksi nanas di Ngancar berjalan secara bertahap. Setiap hari ada petani yang melakukan penanaman maupun pemanenan sehingga ketersediaan buah relatif terjaga.
“Pada intinya petani nanas di Ngancar sudah memiliki jangka waktu yang berurutan. Tidak ada istilah panen raya. Setiap hari ada yang tanam, setiap hari ada yang panen,” ungkap Basuki, Kamis (5/11/2026).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber