
Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, meminta seluruh jajaran instansi dan elemen masyarakat saling berkolaborasi dalam mengembangkan sekaligus mempromosikan potensi lokal daerah. Ia menegaskan, setiap gelaran festival pariwisata harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan warga.
Hal tersebut ditegaskan Setyo Wahono saat membuka Festival Belimbing Ngringinrejo ke-9 di kawasan Agrowisata Kebun Belimbing, Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Geopark Bojonegoro 2026 ini mengusung tema Syukuran Hasil Panen dan Festival Belimbing. Perhelatan ini menjadi sarana vital untuk mengenalkan potensi agrowisata serta komoditas unggulan masyarakat setempat.
Setyo Wahono mengingatkan agar penyelenggaraan festival tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan tanpa hasil terukur.
“Festival ini bukan hanya acara seremonial, tetapi hasilnya harus jelas dampak ekonominya bagi masyarakat. Pengembangan pariwisata bukan pekerjaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saja, melainkan tanggung jawab kita bersama,” tegas Setyo Wahono.
Bupati juga menyoroti pentingnya pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pihaknya mendorong peningkatan ruang promosi agar produk-produk lokal Bojonegoro memiliki daya saing pasar yang lebih luas.
Ia mencontohkan potensi buah belimbing khas Ngringinrejo yang tidak boleh berhenti pada konsep wisata petik buah semata, melainkan harus dikembangkan melalui hilirisasi industri olahan pangan.
“Kita harus melakukan inovasi olahan. Belimbing tidak hanya dipasarkan sebagai buah segar agrowisata, tetapi diproduksi menjadi olahan minuman, makanan, maupun produk turunan lain yang mampu menggerakkan UMKM,” tambahnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber