Dua pria terekam merobohkan plang pemberhentian Trans Jatim di depan SMPN 1 Gondanglegi, Malang, pada 5 November 2026; siswa yang menyaksikan memilih merekam karena merasa terintimidasi.

Dishub Kabupaten Malang berkoordinasi dengan Dishub Jawa Timur untuk menyelidiki kasus viral tersebut. Kedua pelaku diketahui merupakan sopir angkot jurusan Gadang-Gondanglegi-Bantur.

Malang, IDN Times – Media sosial dihebohkan dengan aksi pengerusakan plang pemberhentian bus Trans Jatim oleh 2 orang pria. Ternyata lokasinya ada di halte SMPN 1 Gondanglegi Jalan Raya Ketawang Nomor 4, Dusun Krajan, Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Berdasarkan keterangan sejumlah pihak, aksi pengerusakan tersebut diduga terjadi pada Kamis (5/11/2026) dan direkam oleh sejumlah siswa yang tengah menunggu jemputan di depan SMPN 1 Gondanglegi. Terlihat 2 orang pria sedang merusak dengan cara merobohkan plang pemberhentian bus Trans Jatim dengan cara merusak bagian fondasinya.

Kedua pria tersebut tampak dengan leluasa melakukan pengerusakan selama beberapa menit. Para siswa juga tampak tidak berani menegur karena keduanya terlihat intimidatif, sehingga mereka hanya bisa merekam aksi keduanya secara diam-diam. Salah satu pelaku terekam memakai kaos putih, celana jeans biru, tas selempang hitam, dan sandal. Sementara pelaku satunya memakai topi hitam, kaos hitam, dan celana pendek hitam.

Usai video ini menjadi viral, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang langsung berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Timur untuk melakukan penyelidikan. Kedua pelaku juga langsung dikejar, dan diketahui jika keduanya adalah bagian dari sopir angkot jurusan Gadang-Gondanglegi-Bantur.

Meski demikian, kasus ini berakhir damai setelah dilakukan mediasi antara Dishub Provinsi Jatim dengan sopir angkot. Kemudian dilakukan kesepakatan agar kedepannya tidak terjadi kejadian yang sama lagi.

“Kami selaku perwakilan sopir angkot jurusan Gadang-Gondanglegi-Bantur meminta maaf atas perbuatan salah satu anggota kami. Kemudian ini telah disepakati agar rambu-rambu agar digeser sedikit ke selatan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” ucap salah satu perwakilan sopir angkot.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *