Pantau – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengajak masyarakat menyikapi kasus pembunuhan seorang ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, dengan penuh empati, menghormati keluarga korban, serta memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk menangani perkara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Menteri PPPA di Jakarta, Sabtu (7/11/2026), sebagai respons atas peristiwa kekerasan yang mengakibatkan seorang perempuan dan anaknya meninggal dunia.

“Kami mengajak masyarakat untuk menyikapi peristiwa ini dengan penuh empati, menghormati korban dan keluarga yang ditinggalkan, serta memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Arifah juga menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas peristiwa pembunuhan yang menimpa ibu dan anak tersebut.

Menurutnya, kasus ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat kepedulian dan perlindungan terhadap perempuan serta anak, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Arifah menilai peristiwa pembunuhan ibu dan anak di Madiun menunjukkan pentingnya memperkuat sistem perlindungan bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

“Perlindungan bagi perempuan dan anak harus terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata Arifah Fauzi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *