NGAWI I KEMPALAN- Lapangan Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Ngawi, kembali menjadi saksi keganasan tim sepak bola Kabupaten Sidoarjo pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026. Setelah menghancurkan juara bertahan Kota Malang dengan skor telak 4-0, Jumat (6/11/2026), kini giliran Kabupaten Sumenep yang harus merasakan ketajaman daya gedor arek-arek Darjo. Sidoarjo kembali berpesta empat gol tanpa balas, Sabtu (7/11/2026).

Kemenangan identik 4-0 dalam dua pertandingan beruntun bukan sekadar deretan angka di papan skor. Ini menjadi sinyal keras bahwa Sidoarjo tengah menjelma sebagai salah satu kekuatan paling menakutkan dalam persaingan sepak bola pelajar POPDA XV Jatim 2026. Dua lawan berbeda, termasuk juara bertahan, sama-sama dibuat tak berkutik menghadapi agresivitas permainan anak-anak Sidoarjo.

Kali ini, Kabupaten Sumenep menjadi korban terbaru. Empat gol Sidoarjo lahir melalui kontribusi tiga pemain. M. Gibran Syahputra tampil sebagai predator utama dengan memborong dua gol. Sementara itu, Favian Dwi Adhitya dan Fiko Ibrahimovic masing-masing menyumbangkan satu gol untuk menyempurnakan kemenangan telak Sidoarjo.

Ketajaman Gibran memperlihatkan efektivitas lini depan Sidoarjo dalam mengonversi peluang menjadi gol. Di sisi lain, kontribusi Favian dan Fiko menegaskan bahwa ancaman Sidoarjo tidak bertumpu pada satu nama. Produktivitas gol tersebar menjadi gambaran betapa berbahayanya barisan serang tim ini.

Yang membuat laju Sidoarjo semakin mencuri perhatian adalah konsistensinya menjaga produktivitas sekaligus ketangguhan pertahanan. Delapan gol berhasil disarangkan hanya dalam dua pertandingan, tanpa sekalipun kebobolan. Sebuah catatan impresif yang memperlihatkan keseimbangan kekuatan antara lini serang dan pertahanan.

Sebelumnya, Kota Malang yang berstatus juara bertahan sudah lebih dahulu menjadi korban keganasan Sidoarjo. Kekalahan 0-4 pada Jumat (6/11/2026) menjadi peringatan bahwa reputasi dan status juara bertahan tidak cukup untuk membendung ambisi arek-arek Delta.

Kini, Sumenep menyusul dalam daftar korban berikutnya. Sidoarjo bukan hanya mengincar kemenangan, tetapi juga sedang membangun pesan kuat kepada seluruh pesaing: mereka datang ke Ngawi bukan sekadar untuk berpartisipasi, melainkan membawa ambisi besar merebut supremasi sepak bola pelajar Jawa Timur.

Meski demikian, perjalanan menuju podium tertinggi belum selesai. Konsistensi, kedisiplinan, dan kemampuan menjaga fokus akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Sidoarjo ketika persaingan memasuki fase yang semakin menentukan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *