Madiun (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur melibatkan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) guna meningkatkan produktivitas padi setempat dalam rangka mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan pemerintah daerah harus mampu bersinergi dengan lintas sektor dan masyarakat, guna mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pertanian bukan hanya sektor ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi kehidupan masyarakat serta sumber penghidupan utama bagi keluarga,” ujar Hari Wuryanto di hadapan para pengurus dan anggota KTNA dalam kegiatan Rembug KTNA, seperti dalam keterangannya di Madiun, Minggu.

Pihaknya menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan pertanian membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak, terutama antara pemerintah daerah dengan organisasi serta pelaku pertanian.

“Dalam hal ini, KTNA diharapkan mampu menjalankan peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan petani guna meningkatkan produksi padi di Kabupaten Madiun,” katanya.

Sesuai data, produksi padi pada 2025 di Kabupaten Madiun mencapai sebanyak 480.264 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen mencapai 82.826 hektare. Jumlah itu mengalami kenaikan sebanyak 42.805 ton atau 9,79 persen dibandingkan produksi padi di 2024 yang sebanyak 437.458 ton GKG.

Hari Wuryanto berharap Rembug Paripurna KTNA tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, melainkan dimanfaatkan sebagai forum evaluasi dan penyatuan gagasan untuk merumuskan program kerja yang tepat sasaran, yang muaranya menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Madiun.

Adapun, dalam kesempatan tersebut membahas tentang sejumlah bahasan yang menjadi perhatian di antaranya efisiensi rantai distribusi hasil pertanian serta tantangan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *