
Madiun (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Madiun meluncurkan program “KRETA” atau Kredit Tanpa Agunan dengan dukungan Bank Daerah Kabupaten Madiun untuk membuka akses permodalan bagi petani milenial di wilayah setempat.
“Program KRETA ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Madiun dalam mewujudkan Petani Peternak Sejahtera (PPS),” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto saat peluncuran bersamaan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 dan sarasehan bertema petani milenial di Pendopo Muda Graha, Selasa.
Menurut Bupati, KRETA dirancang untuk mengatasi keterbatasan modal petani milenial melalui pembiayaan tanpa agunan dengan subsidi bunga.
“Biasanya kendala petani milenial adalah modal. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan agar mereka memiliki semangat dan kemampuan lebih besar untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Dalam peluncuran tersebut, sebanyak 80 permohonan pembiayaan telah terverifikasi, terdiri atas 66 permohonan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) dan 14 permohonan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan.
Nantinya, kata Bupati, dana kredit yang dikembalikan tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu petani lainnya.
Selain akses permodalan, Bupati juga mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian dari petani yang ada. Kabupaten Madiun dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur perlu memperkuat inovasi, teknologi, dan kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas padi yang saat ini rata-rata 6,8 hingga 7,2 ton per hektare, dengan target 9–10 ton per hektare.
Bupati juga meminta petani milenial mengembangkan usaha hingga pengolahan dan pemasaran produk bernilai tambah. Promosi melalui media sosial perlu diperkuat, sementara kolaborasi peternak dengan pelaku usaha kuliner didorong agar hasil peternakan lokal terserap pasar dan memberikan nilai ekonomi lebih baik.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber