:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3276228/original/053675700_1603445464-fire-flames-black-background.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Suara dentuman keras menggegerkan warga Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) pagi. Ledakan dahsyat diduga berasal dari Gudang Pusat Munisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) yang berada di Jalan Raya MadiunâSurabaya.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu, membuat warga di sekitar lokasi terkejut usai mendengar ledakan hebat. Aktivitas warga di kawasan kompleks militer langsung menjadi perhatian.
Informasi awal menyebutkan, sedikitnya tujuh hingga delapan anggota TNI mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Seorang anggota TNI yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, para korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun untuk jumlah pasti korban terluka akibat insiden tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak TNI.
Sejumlah korban diketahui menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Caruban, Kabupaten Madiun. Dari pengamatan di RSUD setempat, tampak beberapa anggota TNI berjaga di depan ruang IGD RSUD setempat.
Kehadiran TNI berseragam ini, untuk mengamankan sejumlah anggota TNI lainnya yang sedang menjalani perawatan dengan penjagaan ketat.
Selain korban luka, beredar informasi mengenai adanya satu jenazah di RSUD Caruban. Namun informasi adanya korban meninggal dunia belum dapat dipastikan, apakah jenazah tersebut merupakan korban dari ledakan di Gudang Pusat Munisi II Puspalad.
Situasi di RSUD Caruban tampak dipenuhi personel TNI. Sejumlah anggota terlihat hilir mudik di area rumah sakit milik Pemkab Madiun itu.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber