JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meresmikan Desk

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat prosesi peresmian Desk Ketenagakerjaan Polri di Polres Jombang. (Foto: Istimewa)

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meresmikan Desk Ketenagakerjaan Polri tingkat Polres yang dipusatkan di Polres Jombang, Sabtu (17/10/2026). Kehadiran layanan terpadu ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan bagi para pekerja sekaligus mengoptimalkan penanganan berbagai persoalan ketenagakerjaan melalui koordinasi lintas lembaga yang solid.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai bahwa penguatan perlindungan tenaga kerja merupakan fondasi vital dalam mewujudkan hubungan industrial yang sehat. Perlindungan hak-hak pekerja harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum serta keberlangsungan dunia usaha agar tercipta iklim kerja yang kondusif.

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah daerah, kepolisian, para pekerja, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkeadilan di Jawa Timur.

“Pemprov Jawa Timur mendukung penguatan Desk Ketenagakerjaan Polri karena perlindungan pekerja membutuhkan sinergi dan komitmen bersama,” tegas Gubernur Khofifah. Ia juga menambahkan harapan agar layanan ini bisa mempermudah buruh atau pekerja dalam mengadukan permasalahan yang dihadapi agar ditangani secara profesional dan sesuai hukum.

Buat akun gratis untuk menyimpan artikel favorit, mengikuti aktivitas bacaan, dan mendapatkan pengalaman membaca yang lebih personal.

Dukungan tersebut kian relevan jika melihat skala pasar kerja di Jawa Timur yang cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim per Mei 2026, jumlah angkatan kerja mencapai 25,32 juta orang dengan 24,46 juta orang di antaranya telah bekerja, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil turun ke angka 3,42 persen. Sektor pertanian, perdagangan, hingga industri pengolahan menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di provinsi ini.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *