
Jombang, (afederasi.com) – Pagi itu, rombongan jeep bergerak perlahan menyusuri jalan tanah yang berkelok di lereng Gunung Anjasmoro. Udara dingin Wonosalam menyambut puluhan kreator digital yang duduk di atas kendaraan terbuka.
Di kiri-kanan, hamparan perkebunan dan pepohonan hijau membentang sejauh mata memandang. Sesekali mereka berhenti, mengeluarkan ponsel, dan mulai merekam. Di sinilah, di ketinggian Wonosalam, perjalanan dua hari Jombang Influencer Camp 2026 menemukan penutupnya yang indah.
Namun cerita itu dimulai jauh sebelumnya. Jombang tak hanya dikenal sebagai Kota Santri dengan deretan pondok pesantren dan wisata religi. Kabupaten di Jawa Timur ini juga menyimpan kekayaan budaya, kerajinan lokal, hingga panorama alam pegunungan yang potensial menjadi magnet wisata. Potensi itulah yang coba diperkenalkan melalui Jombang Influencer Camp 2026.
Puluhan influencer dan pegiat media sosial dari berbagai daerah di Jawa Timur diajak menjelajahi sejumlah destinasi di Kabupaten Jombang selama dua hari, Sabtu-Minggu (17-18 Oktober 2026). Bukan sekadar berkunjung, para kreator digital tersebut diajak merasakan langsung pengalaman wisata, mengenal produk lokal, hingga menggali cerita di balik kekayaan budaya Jombang.
Rangkaian kegiatan dimulai dari Hotel Azana menuju Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dengan konvoi mengendarai Yamaha Fazio dan dikawal mobil patwal Satlantas Polres Jombang. Suara klakson bersahutan riang, seolah menjadi pembuka bahwa perjalanan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Setelah puas membuat konten untuk mengenalkan produk kerajinan dan oleh-oleh khas Jombang serta menukarkan voucher belanja, rombongan bergeser menuju Pendopo Kabupaten Jombang.
Mereka disambut Asisten I Setdakab Jombang Purwanto, didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jombang Nur Evva Maylia. Di hadapan para kreator, Purwanto menilai influencer memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi daerah. Melalui konten yang mereka produksi, pengalaman berwisata dapat menjangkau calon pengunjung yang sebelumnya belum mengenal destinasi di Jombang.
“Influencer ini secara tidak langsung juga bisa menjadi pahlawan bagi daerah. Konten yang dibuat bisa menarik wisatawan untuk datang ke Jombang. Ketika wisatawan datang, ekonomi ikut bergerak, hotel terisi, dan masyarakat Jombang yang bekerja di sektor tersebut juga mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Menurutnya, promosi melalui media sosial dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pengenalan potensi daerah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan para kreator digital diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata maupun pelaku usaha lokal. Ia menekankan pentingnya memperkenalkan potensi wisata daerah melalui pendekatan yang kreatif dan mengikuti perkembangan zaman.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber