:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Titik-api-sudah-berkurang-namun-titik-panas-masih-menyebar-di-beberapa-area.jpg)
SURYA.co.id, MALANG – Bantuan helikopter water bombing belum sepenuhnya mengatasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang, Jawa Timur.
Meski jumlah titik api yang terlihat mulai berkurang, asap masih mengepul dari sejumlah bagian timbunan sampah plastik yang menyimpan panas dan bara di dalamnya.
Kondisi tersebut membuat petugas pemadam kebakaran harus mengombinasikan pembasahan dari udara dengan metode pemadaman injeksi untuk menjangkau sumber panas di bawah permukaan timbunan sampah.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan water bombing membantu menurunkan residu kebakaran, mengurangi debu, serta memperluas area yang bisa dijangkau petugas.
“Water bombing belum sepenuhnya meredam titik panas, namun bisa membantu karena seperti hujan buatan. Itu mengurangi polusi residu, mengurangi debu sehingga membuat petugas aman dan nyaman bekerja,” ujar Pandu kepada SURYA.co.id, Senin (26/10/2026).
Kebakaran yang terjadi sejak Rabu (21/10/2026) itu berdampak pada area sekitar 15,5 hektare.
Pandu menjelaskan, karakter kebakaran di TPA Supiturang berbeda dengan kebakaran bangunan atau kawasan hutan.
Api dapat menjalar di bagian dalam timbunan sampah tanpa terlihat dari permukaan, sementara asap menjadi salah satu indikasi masih adanya titik panas.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber