Kota Malang, blok-a.com – Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menyampaikan enam tuntutan dan satu seruan dalam aksi demonstrasi di depan Gedung Balai Kota Malang, Rabu (28/10/2026). Massa aksi menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kesejahteraan pekerja, hingga kebijakan pemerintah.

Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Ardan, mengatakan aksi tersebut menjadi momentum untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai belum terselesaikan selama dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Enam tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, ketenagakerjaan, agraria, anggaran negara, hingga hak asasi manusia (HAM).

“Tuntutan pertama, massa mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, memulihkan kondisi korban, serta mencabut izin dan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang dinilai bertanggung jawab,” ujar Ardan.

Ia menambahkan, tuntutan kedua, penurunan harga bahan pokok, pajak, biaya pendidikan, dan biaya kesehatan, sekaligus pemenuhan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat.

Ketiga, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu meminta pemerintah menyediakan lapangan kerja yang layak dan berkualitas, menaikkan upah, serta menghapus sistem kerja kontrak dan alih daya.

Keempat, massa mendesak pemberian akses tanah, modal, dan teknologi bagi petani, nelayan, serta masyarakat miskin perkotaan.

Kelima, mereka menyerukan penghentian dugaan penyelewengan anggaran, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pembubaran Koperasi Desa Merah Putih.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *