Sebelumnya, rapat koordinasi yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama Organda dan perwakilan trayek angkutan umum pada Jumat (23/10/2026) menghasilkan penolakan dari para sopir angkot. Mereka menolak Terminal Arjosari, baik Tipe A maupun Tipe C, menjadi titik pemberangkatan Trans Jatim Koridor 2.

Dalam rapat tersebut, para sopir angkot mengusulkan agar titik pemberangkatan dialihkan ke kawasan Mulyorejo atau Terminal Madyopuro. Hasil pembahasan itu kemudian diserahkan kepada Dishub Provinsi Jawa Timur untuk menentukan keputusan akhir.

Menanggapi polemik tersebut, Wahyu mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih mengintensifkan koordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Timur untuk mencari solusi. Sebab, dia mengaku menerima banyak masukan dari masyarakat yang mendukung agar Trans Jatim masuk ke Terminal Arjosari.

“Memang kendala-kendala ini sudah menjadi pembahasan dan perbincangan kita dan beberapa solusinya. Tetapi banyak masukan juga kepada kami dari masyarakat Kota Malang yang hampir semuanya ini mendukung Trans Jatim masuk ke Arjosari,” ujar Wahyu.

Menurutnya, Pemkot Malang berupaya mengakomodasi aspirasi masyarakat sekaligus mempertimbangkan keberatan yang disampaikan para pengemudi angkutan kota (angkot).

Wahyu menegaskan, pihaknya ingin mencari jalan tengah agar kehadiran Trans Jatim dapat mempermudah mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan persoalan yang dihadapi pengemudi angkot.

“Kita akan cari solusi, kira-kira ada jalan tengah apa, agar nanti masyarakat juga terfasilitasi dengan adanya Trans Jatim dan juga pengemudi ini juga bisa teratasi dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi,” katanya.

Dia menyebut, pembahasan dengan Dishub Provinsi Jawa Timur masih terus berlangsung. Menurut Wahyu, pihak provinsi juga masih membuka ruang dialog untuk membahas kemungkinan Trans Jatim masuk ke Terminal Arjosari.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *