DUDUK BERSAMA: KONI Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar bertemu untuk membahas pembagian venue Porprov Jatim XI 2029. (FOTO: Emilia/JPRK)
DUDUK BERSAMA: KONI Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar bertemu untuk membahas pembagian venue Porprov Jatim XI 2029. (FOTO: Emilia/JPRK)

JP Radar Kediri – Meninggalnya dua atlet di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, Syabilla Rizkia Putri Raharjaanwa dan Ayudiah Rivana Tridiandinita, adalah peristiwa kelam dalam dunia olahraga Tanah Air.

Kematiannya tak boleh dianggap musibah. Dan tak sepatutnya terjadi lagi di ajang-ajang kejuaraan lainnya.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber berita, atlet silat Ayudiah RivananTridiandinita yang berusia 19 tahun itu meninggal pada Rabu pagi (28/10) di Primaya Hospital Semarang.

Sebelum tutup usia, Ayudiah diketahui mengalami cedera pada bagian jari tengahnya. Cedera didapatkannya saat bertanding di babak perempat final pada Senin (26/10).

Selanjutnya, pada Selasa (27/10), Ayudiah menjalani operasi di Primaya Hospital. Operasi itu berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB. Hanya saja, keesokan harinya, Ayudiah tak lagi menghembuskan napas.

Sementara, kematian yang menimpa atlet selam Syabila terjadi saat dirinya sedang bertanding di Pantai Awan Costa, Kota Semarang. Ketika melakukan putaran kedua, Syabila sejatinya sempat mengangkat tangan. Namun, atlet tersebut diketahui masih melanjutkan pertandingan.

Selanjutnya, Syabilla tenggelam saat putaran ketiga. Tim medis pun segera melakukan serangkaian tindakan penyelamatan. Namun, nyawanya tak bisa tertolong. Syabilla dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit KSH.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *