JOMBANG — Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmen untuk merawat kolaborasi pentahelix dan memperkuat jejaring antarkomunitas sebagai tindak lanjut Halaqah Santri Digital Jawa Timur 2026.

Sinergi tersebut diarahkan untuk memperluas edukasi anti-perundungan, memperkuat budaya saling menghormati, serta mendukung pesantren sebagai ruang tumbuh yang aman bagi santri.

Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan (MKP) Biro Adpim Setdaprov Jatim, Dr. Zainal Muttaqin, S.Kom., M.I.Kom., M.M., CPR., menyampaikan bahwa berakhirnya kegiatan pada 29–30 Oktober 2026 di Hotel Azana Jombang menjadi awal untuk menguatkan kerja bersama.

Delapan poin deklarasi yang dihasilkan perlu diterjemahkan ke dalam edukasi, pendampingan, dan praktik keseharian di lingkungan masing-masing.

Jejaring yang sudah terbangun perlu terus dirawat, pesan anti-perundungan diperluas, dan praktik baik antarpesantren saling dibagikan. Kita ingin semangat pesantren aman tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan fungsi sebagai Humas Pemprov Jawa Timur, Biro Adpim akan terus mendorong komunikasi dan kemitraan dengan para pemangku kepentingan.

Ruang dialog dengan komunitas menjadi penting agar pemerintah dapat mendengar kebutuhan masyarakat sekaligus mempertemukan potensi dukungan dari berbagai pihak.

Menurutnya, pendekatan pentahelix yang menghubungkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media perlu diperkuat melalui kontribusi yang saling melengkapi. Pemerintah dapat memfasilitasi koordinasi, akademisi mendukung pengetahuan dan pendekatan edukasi, dunia usaha membantu pengembangan kapasitas, komunitas menggerakkan jejaring, sementara media memperluas literasi publik.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *