
MALANG POSCO MEDIA, MALANG– Sukses meluncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya tak membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim berpuas diri. Se baliknya, instansi pimpinan Dr. Ir. Nyono ST., MT., IPU., ASEAN Eng., ini tengah merancang kelanjutan pro gram melalui rencana pembentukan Trans Jatim Koridor III Malang Raya.
Hal tersebut diungkapkan Nyono kepada Malang Posco Media (MPM) menjelang peluncuran Trans Jatim Koridor II Malang Raya pada akhir pekan lalu.
‘’Wilayah Malang Raya sangat luas. Jika moda transportasinya terintegrasi, pergerakan ekonominya akan makin besar. Kalau ekonominya besar, kesejahteraan warganya pasti akan ikut terkatrol,’’ tandas Nyono meyakinkan.
Ia menjelaskan, Koridor III ini diproyeksikan menghubungkan ka wasan Malang Timur dengan Kota Batu guna merajut potensi pariwisata di kedua wilayah tersebut. Saat ini, kawasan Malang Timur dinilai be lum menikmati layanan Trans Jatim, padahal potensi ekonomi dan wisata nya tidak kalah menarik dibanding wilayah Malang Selatan.
‘’Secara detail rutenya memang masih digodok. Rencananya dari Tum pang menuju Batu melalui sisi utara misalnya melewati Pakis yang juga me miliki destinasi wisata andalan seperti Pemandian Mendit,’’ urai Nyono.
Disinggung mengenai kemung kinan armada ini bisa beroperasi pada 2027, Nyono dengan bijak menyatakan perlunya kajian men dalam, baik dari aspek teknis mau pun akademis. ‘’Belum, belum ka lau tahun 2027,’’ jawabnya hatihati.
au tahun 2027,’’ jawabnya hatihati. Secara umum, kehadiran bus Trans Jatim terbukti menjadi primadona dan memberikan dampak nyata bagi mobilitas masyarakat Jawa Timur. Hal ini tecermin dari lonjakan angka okupansi pe numpang yang signifikan.
Sepanjang tahun 2026, Trans Jatim mencatat total keterisian hingga 7,6 juta penumpang, melonjak jauh dibanding pencapaian tahun 2025 yang berada di kisaran 5,9 juta penumpang.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber