
Kades Kletek Taman Sidoarjo. Jarot Bintoro 2/11/1026 menyampaikan kebutuhan TPST di Kletek pada dasarnya sangat mendesak. Hal tersebut mengingat permasalahan sampah di wilayahnya sudah sangat kompleks. Dulu ada tempat pembuangan sampah darurat di lahan milik PT. Kapal Api yang kini dalam proses pembamgunan dan sudah tidak boleh lagi dijadikan tempat pembuangan sampah. Sebelum Jarot Bintoro menjabay TPST di desa Kletek memang belum pernah ada. Sebagaimana janjinya saat pencalonan Kades, Beliau menghimbau pihak dinas terkait segera merealisasikan TPST.
Saat ini perihal sampah masih dikelola secara swadaya oleh pengurus kampung dengan bekerja sama pihak pengusaha pengelolahan sampah mandiri. Perihal anggaran ditanggung masing-masing warga. Bahkan ada beberapa Rukun Tetangga yang sudah bekerja sama langsung dengan pengelola sampah. Namun, menurut Jarot, hal tersebut hanyalah solusi sementara. Jarot berharap TPST segera ada agar pengelolahan sampah bisa efektif dan efesien.
Permasalahan sampah memang rumit dan perlu penanganan serius. Kondisi desa Kletek yang dilalui saluran air pun memicu masalah serupa. Adanya perbatasan dengan desa Sambi Bulu menuai masalah tersendiri. Sampai dari saluran air Sambi Bulu otomatis terbawa arus ke Kletek dan memmicu masalah tetsendiri. Upaya penyekatan ternyata berdampak baru, yaitu bau pada lingkungan sekitar.
Musim kemarau dan pendangkalan saluran air turut memicu masalah juga. Beberapa waktu yang lalu Jarot sempat memerintahkan jajarannya di RT dan RW melakukan kerja bakti pada saluran air. Upaya dilakukan dengan pembersihan saluran air agar lancar
Pada dasarnya Jarot memdesak pihak terkait agar mengupayakan TPST segera agar penanganan sampai bisa lebih baik. Dengan adanya TPST Jarot berharap ada keuntungan lain bagi warganya khususnya pemberdayaan dengan memilah sampah agar berdaya guna ekonomis demi meningkatkan pendapatan warganya.