Kabupaten Pamekasan memperingati hari jadinya setiap 3 November. Penetapan tanggal tersebut merujuk pada peristiwa naik takhtanya Pangeran Ronggo Sukowati sebagai raja Pamekasan pada 3 November 1530.

Sebelum dikenal dengan nama Pamekasan, wilayah ini bernama Pamellengan atau Pamelingan. Daerah tersebut dipimpin oleh Ki Wonorono, keturunan Raja Majapahit Wikramawardhana yang memerintah pada 1389-1429.

Ketika Kerajaan Majapahit mulai runtuh sekitar 1478, Pamelingan memerdekakan diri dan membentuk pemerintahan sendiri. Kepemimpinan Ki Wonorono kemudian diteruskan oleh putrinya, Nyi Banu atau Ratu Pamelingan.

Pemerintahan selanjutnya dipimpin oleh putra Nyi Banu, Pangeran Bonorogo atau Nugroho. Setelah itu, kepemimpinan beralih kepada putranya, Pangeran Ronggo Sukowati yang juga dikenal dengan nama Raden Aryo Seno.

Dilansir dari laman Kabupaten Pamekasan, masuknya Islam ke wilayah Pamelingan terjadi pada masa Wali Sanga. Penyebaran agama Islam pertama kali dilakukan oleh Aryo Menak Senoyo yang membuka wilayah Parupuh atau Proppo.

Pada 1515, Pondok Pesantren Sombher Anyar berdiri di Tlanakan dengan Kiai Syuber sebagai pemimpinnya. Ia juga mengajar keluarga kerajaan sehingga mendapat sebutan Keyae Ratoh.

Nama Pamekasan mulai dikenal setelah Pangeran Ronggo Sukowati naik takhta. Ia tercatat sebagai raja pertama Pamekasan yang beragama Islam. Peristiwa tersebut berlangsung pada 12 Rabiul Awwal 937 Hijriah atau bertepatan dengan 3 November 1530.

Tanggal naik takhta Pangeran Ronggo Sukowati kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Pamekasan melalui Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2004.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *