
Gresik, blok-a.com – Aktivitas pengembangan kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menuai protes dari sejumlah warga kawasan Mengare, Desa Watuagung, Kecamatan Bungah.
Dengan memasang spanduk berisi aspirasi, warga mendatangi kawasan tersebut untuk menyampaikan keberatan atas dugaan penutupan saluran pengairan (kali) atau susur sungai yang selama ini menjadi akses utama aliran air menuju tambak milik masyarakat, Minggu (1/11/2026).
Persoalan ini mencuat setelah adanya dugaan aktivitas pengurukan di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE yang berdampak pada terhentinya aliran air melalui saluran tersebut.
Padahal, saluran itu selama ini menjadi infrastruktur penting bagi para petambak di kawasan Mengare. Air yang mengalir melalui jalur tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan budidaya perikanan di sejumlah tambak yang hingga kini masih produktif.
Dalam rekaman video yang diterima Blok-a.com, terlihat sejumlah warga mendatangi lokasi saluran yang diduga telah ditutup dengan material urukan. Mereka menyampaikan keberatan sekaligus menunjukkan kondisi kawasan yang terdampak.
Warga menilai, penutupan saluran tersebut tidak semestinya dilakukan karena masih terdapat lahan tambak milik masyarakat yang belum dibebaskan dan masih aktif digunakan untuk kegiatan usaha.
Salah seorang warga, Abdul Malik warga Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, mengaku tidak mempermasalahkan apabila lahan tambak yang sudah dibebaskan atau dijual kepada pihak pengelola kawasan industri dilakukan pengurukan.
Namun, menurutnya, persoalan muncul ketika dampak pengurukan turut dirasakan pada tambak yang masih menjadi milik warga dan belum masuk dalam proses pembebasan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber