
Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi sektor pertanian Bojonegoro. Untuk pertama kalinya, kabupaten berjuluk Kota Ledre ini berhasil mengungguli daerah-daerah sentra produksi padi lainnya di Jawa Timur. Produksi padi Bojonegoro pada 2026 tercatat mencapai 868,81 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyebut keberhasilan tersebut sebagai sejarah baru bagi daerah. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari kerja bersama berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga para petani yang menjadi ujung tombak produksi pangan.
“Ini merupakan karunia Allah SWT serta hasil bimbingan dan arahan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, kerja keras seluruh petani dan petugas pertanian, serta kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara BPS, luas panen padi Bojonegoro mencapai 159,19 ribu hektare. Dari luasan tersebut, produksi gabah mencapai 868,81 ribu ton GKG. Sementara itu, estimasi produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 501,67 ribu ton.
Posisi Bojonegoro berada di atas Kabupaten Lamongan yang selama ini juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur. Lamongan mencatat luas panen 146,16 ribu hektare dengan produksi 852,19 ribu ton GKG dan estimasi produksi beras sebesar 492,07 ribu ton.
Secara keseluruhan, produksi padi Jawa Timur pada 2026 diperkirakan mencapai 10,61 juta ton GKG dari luas panen sekitar 1,75 juta hektare. Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksinya diperkirakan mencapai 6,12 juta ton.
Dibandingkan tahun 2025, produksi padi Jawa Timur mengalami peningkatan sebesar 203.126 ton GKG atau 1,62 persen. Luas panen juga bertambah 13.071 hektare atau 0,71 persen, sedangkan produksi beras meningkat 96.551 ton atau 1,62 persen.
Zaenal berharap capaian tersebut dapat dipertahankan hingga penetapan data final pada Februari 2027 mendatang. Mengingat angka yang dirilis BPS masih bersifat sementara, pihaknya mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga sinergi dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber