
INDOZONE.ID – Persoalan kemiskinan dan sulitnya akses terhadap bantuan sosial menjadi sorotan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Salah satu gambaran persoalan tersebut terlihat dari kondisi Sun, perempuan berusia sekitar 45 tahun asal Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung. Namanya menjadi perhatian setelah diduga mengambil tiga kantong beras dari sebuah minimarket di kawasan Perumahan Bumi Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, pada 25 Oktober 2026.
Tiga kantong beras dengan berat masing-masing lima kilogram itu diduga diambil untuk memenuhi kebutuhan makan anak-anaknya. Sun diketahui mengalami kesulitan ekonomi setelah kehilangan pekerjaan di sebuah gudang tembakau yang tidak lagi beroperasi. Kanit Reskrim Polsek Kaliwates Ipda Danang Priswantoro membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan penelusuran awal kepolisian, tindakan Sun dilatarbelakangi kesulitan ekonomi keluarga.
“Jadi memang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi pelaku ini bisa dibilang kurang mampu,” kata Danang.
Aksi tersebut diketahui setelah terekam kamera pengawas minimarket. Pemilik toko kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepolisian. Namun, setelah mengetahui latar belakang kehidupan Sun, pemilik minimarket memilih memaafkannya.
Kondisi keluarga Sun kemudian mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Jember Widarto. Pada Senin (2/11/2026), politikus tersebut mendatangi rumah Sun di Dusun Renes, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, untuk melihat langsung kehidupan keluarga tersebut.
Dalam kunjungan itu, Widarto mendapati rumah yang ditempati Sun bersama keluarganya sebagian besar masih berdinding bambu. Ia juga memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi keluarga tersebut.
Kepada wartawan di Jember, Selasa (3/11/2026), Widarto mengatakan, kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memastikan program pengentasan kemiskinan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, penurunan angka kemiskinan di Jember merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan tersebut tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan warga yang masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber