Sidoarjo (beritajatim.com) – Suara percikan api dan denting besi menjadi bagian dari keseharian Ego Setyawan (36). Di sebuah bengkel sederhana di Desa Mergosari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, batangan besi yang semula hanya tampak sebagai material keras perlahan berubah menjadi aneka perlengkapan rumah tangga bernilai ekonomi.

Di tempat inilah Ego memilih menambatkan mimpinya. Saat sebagian anak muda desa memilih merantau ke kota untuk mencari peruntungan, pria kelahiran Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, itu justru memilih pulang dan membangun usaha dari lingkungan sendiri.

Berawal dari usaha rumahan, Ego kini mampu mengembangkan bengkel las yang memproduksi berbagai perlengkapan rumah tangga berbahan besi dan kawat. Mulai tempat alat makan, tempat alat mandi, perlengkapan dapur hingga jemuran besi. “Awalnya hanya usaha rumahan, namun saat ini alhamdulillah orderan semakin banyak,” ujar Ego Kamis (15/10/2026).

Namun, bagi Ego, bengkel tersebut bukan sekadar tempat mencari keuntungan. Ada cerita lain di balik deretan produk yang dikerjakan tangannya bersama para pekerja.

Di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan di desa, Ego mencoba membuka ruang bagi warga sekitar untuk mendapatkan penghasilan. Mereka yang sebelumnya menganggur atau hanya mengandalkan pekerjaan serabutan diajak belajar mengelas dan membentuk besi.

Menariknya, pekerjaan itu tidak mensyaratkan pendidikan tinggi. Yang dibutuhkan justru kemauan untuk belajar dan ketekunan.

Ketika pesanan datang dalam jumlah besar, jumlah pekerja yang terlibat bahkan bisa mencapai sekitar 50 orang. Namun, ketika pesanan sedang sepi, sekitar 10 hingga 15 orang tetap bekerja di bengkel tersebut.

“Jika orderan sedang ramai bisa sampai 50 orang yang kerja. Namun jika sedang berada di bawah mungkin hanya 10-15 orang saja yang kerja,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *