/data/photo/2026/10/27/6ae03f9f6ccfa.jpeg)
SURABAYA, KOMPAS.com – DBM (40), pelaku dugaan pembunuhan istri siri, DH (30) serta anak, AGF (4), di Kota Madiun, Jawa Timur, ternyata sudah mempelajari cara menjawab pertanyaan kepolisian.
Hal itu bagian dari upaya tersangka menyiapkan skenario pembunuhan serta mengantisipasi jika kejahatannya terbongkar seminggu sebelum kejadian pada 20 September 2026.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaidi Jumhur mengatakan, DBM mempelajarinya melalui internet dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) ChatGPT.
“Dia pelajari semua itu skenario-skenario kalau polisi menanyakan ini jawabannya ini. Jadi sudah jelas sekali untuk perencanaan terhadap korban pertama ibunya,” ujarnya di Surabaya, Rabu (4/11/2026).
Lebih lanjut, Jumhur mengatakan bahwa tim penyidik tidak menggunakan lie detector saat meminta seluruh keterangan dari pelaku.
“Tidak sampai ke sana karena pertanyaan kita sudah pas dan jawaban dia sudah kami cek,” tandasnya.
Sebelumnya, polisi juga mengatakan bahwa hasil tes psikologi menunjukkan pelaku memiliki kecerdasan cenderung superior atau sangat tinggi.
Pelaku juga lulusan kampus ternama di Indonesia dengan pekerjaan yang mentereng bidang engineering untuk perusahaan asing.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber