/data/photo/2026/11/05/6aebf60116446.jpg)
BOGOR, KOMPAS.com – Keluarga DH (30) dan anaknya AGF (4), korban pembunuhan mutilasi di Madiun, Jawa Timur, menaruh curiga terhadap Dwi Bagus Martono alias DBM (40) setelah mendapatkan pesan chat WhatsApp palsu yang seolah-olah berasal dari korban.
Kecurigaan itu muncul saat keluarga mencari keberadaan ibu dan anak yang dilaporkan hilang pada Senin (5/10/2026).
Kakak DH, Rismono (41) atau yang akrab disapa Entis, mengatakan, tersangka pernah menyampaikan bahwa sang adik (DH) mengirim chat WhatsApp yang isinya meminta keluarga berhenti mencari.
“Karena katanya dia (pelaku dapat) chat, ‘Jangan cari saya, saya sudah bahagia di Medan’,” kata Entis menirukan informasi yang disampaikan Dwi Bagus Martono (DBM).
“Cuma kan kata dia (Dwi Bagus), almarhumah di Surabaya itu ya dia chat melalui WhatsApp, ‘Tolong jemput saya, tapi jangan bilang siapa-siapa’,” ujar Entis yang menyebut dirinya hampir datang ke lokasi.
Entis mengatakan, keluarga sebenarnya sempat merencanakan pencarian ke Surabaya bersama tersangka.
Apalagi, isi chat yang disampaikan mengenai keberadaan adiknya berubah-ubah dan tidak jelas.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber