
Magetan (beritajatim.com) – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana A.V. Sasa, mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar sekolah dasar di sebuah masjid di Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Selain penegakan hukum, dia meminta pemerintah memastikan korban mendapatkan perawatan medis, pendampingan psikologis, serta perlindungan hingga proses pemulihan selesai.
Diana menilai penanganan kasus kekerasan terhadap anak tidak boleh berhenti pada pengungkapan pelaku. Kebutuhan korban dan keluarganya harus menjadi perhatian sejak awal, termasuk kepastian akses layanan kesehatan, bantuan hukum, dan keberlanjutan pendidikan.
Menurut anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut, kepolisian perlu bekerja secara cepat dan cermat dengan mengumpulkan keterangan saksi, bukti-bukti, serta hasil pemeriksaan medis untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi.
“Tidak ada pembenaran untuk kekerasan terhadap anak. Saya meminta kepolisian bekerja cepat dan cermat mengungkap kejadian ini. Siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” tegas Diana.
Dia juga meminta Polres Magetan memberikan informasi perkembangan penanganan perkara secara jelas kepada keluarga korban. Keterbukaan informasi dinilai penting agar keluarga mengetahui tahapan proses hukum yang sedang berjalan.
Di sisi lain, Diana menyoroti kebutuhan penanganan medis korban. Dia meminta Pemerintah Kabupaten Magetan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi apabila anak tersebut membutuhkan perawatan lanjutan atau rujukan ke fasilitas kesehatan dengan kemampuan lebih lengkap.
Menurut dia, keluarga tidak seharusnya dibebani persoalan administrasi maupun biaya ketika sedang berupaya memenuhi kebutuhan pengobatan anaknya.
“Pastikan anak memperoleh perawatan yang dibutuhkan. Kalau diperlukan rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap, pemerintah harus membantu mengurus aksesnya. Jangan sampai keluarga kebingungan mencari rumah sakit, mengurus administrasi, atau memikirkan biaya saat anak membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber