jatimnow.com – Pelaku usaha konstruksi di Jember mendesak pemerintah daerah mempercepat peluncuran paket-paket proyek pekerjaan fisik. Pasalnya, keterlambatan peluncuran proyek menjelang akhir tahun anggaran dinilai menyulitkan kontraktor dalam memenuhi target pengerjaan.

Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jember, Ahmad Kudori Kurniawan mengatakan, keluarnya paket pekerjaan yang terlalu dekat dengan akhir tahun anggaran menempatkan kontraktor dalam posisi dilematis.

Di satu sisi, pekerjaan konstruksi membutuhkan tahapan teknis, standar keselamatan, serta pengendalian kualitas yang ketat. Namun, di sisi lain, waktu pengerjaan yang semakin terbatas membuat kontraktor harus menghadapi tekanan penyelesaian pekerjaan.

“Pada akhir tahun pekerjaan jasa konstruksi di Jember ada beberapa kendala, salah satunya adalah tentang launching atau keluarnya paket jasa konstruksi yang mepet di tahun anggaran,” kata Ahmad Kudori Kurniawan, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, keterlambatan tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan proyek. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan material konstruksi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Kudori menilai, pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu singkat berisiko memengaruhi kualitas hasil pembangunan. Kondisi tersebut juga dapat memunculkan pertanyaan dari masyarakat ketika hasil pekerjaan tidak sesuai harapan.

“Itu nanti akan jadi pertanyaan masyarakat, kalau kita sebagai pengusaha konstruksi tidak bisa mengerjakan dengan baik, karena kualitas terlalu jelek,” ungkapnya.

Dia menyebut, kontraktor kerap berada dalam posisi yang dirugikan akibat keterlambatan proses tersebut. Bahkan, persoalan itu berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelaksana pekerjaan apabila terjadi kegagalan dalam memenuhi ketentuan kontrak.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *