
Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meningkatkan kewaspadaan serta turut mencegah munculnya titik api baru.
“Masyarakat di seluruh Indonesia, untuk tidak melakukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP. Panjaitan di Jakarta, Senin.
Barton meminta masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap karhutla untuk menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Selain melindungi diri dari paparan asap, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah secara sembarangan.
Begitu pula masyarakat yang melakukan wisata alam atau berkemah agar memastikan api unggun dan sumber api lainnya telah padam sepenuhnya sebelum meninggalkan lokasi.
“Pastikan api unggun ataupun yang lainnya telah padam sempurna, sehingga tidak meninggalkan sesuatu yang mudah terbakar di lokasi camping ataupun wisata alam yang dilaksanakannya,” ujarnya.
BNPB meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api, potensi kebakaran atau kondisi darurat lainnya melalui layanan darurat BNPB di nomor 117 maupun kepada BPBD setempat.
Menurut Berton, laporan masyarakat diperlukan agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber