SURABAYA ( Kabarjawatimur) – Koordinator Pedagang Pasar Surabaya, Gus Hafidz atau yang akrab disapa Abu Nawas, mendesak Direktur Pembinaan Pedagang PT Pasar Surya (Perseroda),

SURABAYA (KabarJawatimur) — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jawa Timur mendorong agar bonus demografi tidak hanya dipandang sebagai besarnya jumlah penduduk usia muda,

SURABAYA (KabarJawatimur) — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jawa Timur mendorong agar bonus demografi tidak hanya dipandang sebagai besarnya jumlah penduduk usia muda, tetapi menjadi kekuatan nyata untuk mendorong pembangunan daerah.

Juru Bicara Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, menegaskan pemuda harus ditempatkan sebagai subjek sekaligus aktor pembangunan, bukan sekadar penerima program pemerintah.

Hal itu disampaikan Lilik yang juga Ketua Fraksi PKS Jatim saat menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi PKS terhadap Raperda tentang Penyelenggaraan Kepemudaan dan Keolahragaan dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Senin (31/8/2026).

Menurut Lilik, bonus demografi tidak otomatis menjadi bonus pembangunan. Potensi tersebut harus ditopang pendidikan berkualitas, lapangan kerja, keterampilan yang sesuai kebutuhan zaman, kesehatan, ruang kreativitas, kesempatan berwirausaha hingga ruang partisipasi yang luas bagi generasi muda.

“Bonus demografi tidak otomatis menjadi bonus pembangunan. Besarnya jumlah pemuda hanya akan menjadi kekuatan apabila tersedia pendidikan berkualitas, lapangan pekerjaan, keterampilan yang sesuai kebutuhan zaman, kesehatan yang baik, ruang kreativitas, kesempatan berwirausaha serta ruang partisipasi yang luas,” ujar Lilik.

Ia menyebut berdasarkan data BPS 2024, pemuda mencapai 20,87 persen dari total penduduk Jawa Timur. Sebanyak 58,81 persen di antaranya tinggal di wilayah perkotaan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *