Isdiantono saat memberikan sambutan sebelum pertandingan untuk memperingati ulang tahun akademi sepak bola yang dibina di Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Sabtu (8/11/2026). (foto: sidiq prasetyo)

Isdiantono pernah menjadi salah satu bek terbaik di kompetisi sepak bola di Indonesia. Beberapa klub pernah dibelanya, salah satunya Arema. Apa aktivitasnya sekarang?

DERETAN sepeda motor tertata rapi di depan Lapangan Sidodadi, Taman, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu siang (7/11/2026). Keramaian itu dikarenakan adanya perayaan ulang tahun atau Anniversary kedua Sidodadi Football Academy (SIFA).

Oleh pihak panitia, motor penulis dipersilahkan masuk ke area lapangan. Kuncinya menyebut nama Isdiantono. Dia adalah pelatih SIFA yang tengah punya gawe.

Diakuinya, dia menggelar ulang tahun ASIFA kedua ini untuk mengenalkan lebih luas akademi binaannya itu. Apalagi, jumlah anak didiknya terus bertambah selama dua tahun berdiri.

”Kami mengundang beberapa sekolah sepak bola dan akademi sepak bola untuk ikut. Akhirnya yang lebih dulu dan  berkenan adalah Gartifa dan D’ bora,” terang Isdianto.

Ya, sekarang hidup Isdiantono banyak dihabiskan di SIFA. Setelah dia tak lagi menjadi pesepak bola yang melambungkan namanya.  Memulai karir sepak bolanya di daerahnya asalnya, Banyuwangi, dan bergabung klub setempat Persewangi, Isdiantono kemudian menyeberang ke Pulau Bali untuk mengembangkan karir sepak bolanya.

Gelora Dewata menjadi klub profesional pertamanya. Bersama klub milik H.M. Mislan itu, Isdantono bertahan selama lima tahun lebih. Bahkan, saat klub itu pindah ke Sidoarjo, Jawa Timur, Isdiantono ikut pindah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *