MALANG KOTA, RADAR MALANG— Jelang musim hujan, ancaman banjir kiriman dari wilayah hulu diprediksi meningkat. BPBD Kota Malang sudah menyiapkan langkah antisipasinya. Salah satunya yakni mengatur debit air melalui pintu air di kawasan Sengkaling. 

Langkah itu dilakukan dengan menahan sementara sebagian aliran sebelum diteruskan menuju Kota Malang untuk mengurangi risiko luapan di wilayah perkotaan. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang Heru Mulyono menjelaskan, kondisi hujan yang terjadi saat ini masih dipengaruhi operasi modifikasi cuaca (OMC).

Berdasar informasi BMKG, hujan akibat modifikasi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga akhir November. ”Kalau hujan alamiah diprediksi mulai meningkat pada Desember hingga Februari mendatang,” ujarnya

Meski durasi hujan cenderung singkat, intensitasnya tetap berpotensi menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi. Karena itu, BPBD mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. ”Ini nanti perkiraan akan dilakukan setelah kami selesai menangani TPA Supit Urang, sekarang kami fokus dulu ke TPA,” tambah dia. 

Pengaturan aliran menjadi salah satu strategi yang diutamakan. BPBD akan memastikan petugas pemegang kunci pintu air bersiaga, terutama di kawasan Sengkaling. Ketika debit air dari Kota Batu meningkat, aliran akan diatur dengan menentukan volume air yang diteruskan menuju Kota Malang dan yang ditahan sementara di kawasan hulu. 

”Kita tidak bisa mencegah air kiriman, makannya berupaya untuk menahan dulu sementara sambil menunggu debit surut, kemudian kita lepaskan,” imbuhnya. Penahanan tersebut juga berpotensi menimbulkan genangan di wilayah tertentu. Namun, genangan diupayakan hanya berlangsung sementara hingga debit air mulai surut. 

Setelah kondisi memungkinkan, air akan kembali dialirkan. Pengaturan serupa juga perlu dilakukan di kawasan Kadalpang dengan mempertimbangkan sejumlah jalur aliran menuju Sungai Brantas maupun wilayah lainnya.

Untuk mendukung langkah tersebut, Heru berencana memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Jawa Timur. ”Saya meminta izin kepada Pak Sekda untuk berkomunikasi dengan pihak Pengairan Provinsi agar nanti bisa menggandeng para pemegang kunci dam,” terang Heru. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *