:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kekeringan-Bojonegoro-bantuan-air.jpg)
SURYA.CO.ID, BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang kembali menyulitkan ribuan warga di kawasan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Ancaman kekeringan yang berulang setiap tahun ini memaksa belasan ribu penduduk kesulitan akibat krisis air bersih yang kian meluas.
Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, tercatat sedikitnya 5.529 kepala keluarga (KK) atau setara 17.559 jiwa berada dalam cengkeraman krisis air.
Peta wilayah terdampak krisis pasokan air ini mencakup 30 desa yang tersebar di 13 kecamatan dari ujung timur, barat, hingga selatan Bojonegoro.
Kecamatan Sumberrejo dan Kecamatan Ngasem menduduki posisi teratas wilayah terdampak paling parah dengan masing-masing menyumbang tujuh desa.
Adapun rincian di Kecamatan Sumberrejo meliputi Desa Deru, Sumberharjo, Margoagung, Ngampal, Tlogoagung, Kayulemah, serta Bogangin.
Sektor Kecamatan Ngasem mencatat Desa Sendangharjo, Trenggulunan, Kolong, Sambong, Dukuhkidul, Bareng, dan Jelu mengalami kondisi serupa.
Lanjut ke Kecamatan Ngraho, krisis air melanda Desa Sugihwaras dan Luwihaji, disusul Kecamatan Ngambon di Desa Nglampin dan Bondol.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber